About this

Belajar dari yang tidak aku tau menjadi tau

Senin, 07 November 2016

Cara Menghadapi atasan yang terlalu menekan

Setiap orang akan mudah menjadi atasan, karena dengan jabatan atau posisi yang lebih, mereka mempunyai hak untuk memerintahkan suatu pekerjaan atau mungkin mengalihkan sebuah pekerjaan kepada anak buahnya. Kebanyakan seorang atasan akan memanfaatkan anak buahnya semaksimal mungkin untuk tujuan tertentu, baik itu pribadi ataupun untuk perusahaan. Artinya, seorang atasan yang hanya mencari aman dan nama baik untuk dirinya sendiri akan dengan mudah memberikan perintah kepada anak buahnya untuk melakukan hal-hal yang mendukung tujuannya tersebut. Kebanyakan seorang atasan akan melakukan presure atau tekanan kepada anak buahnya agar dia tampak baik dan perfect di depan atasan yang memiliki hirarki lebih tinggi.

Seorang atasan yang baik dia akan menjadi pemimpin yang baik. Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengayomi anak buahnya, dan memberikan konstribusi yang baik untuk perusahaannya. Mereka mampu untuk mengorganisir anak buahnya untuk bekerja dan  memanfaatkan kemampuan anak buahnya semaksimal mungkin untuk kemajuan perusahaanya, bukan untuk bagaimana dia tampak baik di depan atasannya yang lebih tinggi.

Bagaimana cara kita menyikapi seorang atasan yang pandai mencari muka dengan menekan anak buahnya seperti itu???
Mudah saja,anda harus bisa bersikap profesional, anda harus menjadi pedagang dalam perusahaan, posisikan anda sebagai penjual jasa dan perusahaan adalah pembelinya. Jika perusahaan memberikan konstribusi yang sedikit untuk anda, maka anda tidak perlu merasa harus memenuhi semua perintah atasa anda, anda harus tekankan pada diri anda sendiri batasan atas jobdesc anda. Jika atasan menginginkan anda untuk melakukan hal-hal di luar jobdesc anda dengan alasan loyalitas, anda berhak untuk menolak dan menghitung berapa jam yang anda berikan untuk pekerjaan yang seharusnya tidak anda kerjakan.