Kedua suporter sepak bola asal Jawa Timur ini sudah terkenal sejak dulu tidak pernah akur dan saling mencela, layaknya Viking dan The Jack Mania, padahal mereka berasal dari satu daerah yang sama. Beberapa hari yang lalu saya mengantarkan kakak saya survey tempat untuk test interview, keluar dari pintu terminal Purabaya menuju Jaya Baya terlihat tulisan "Anti AREMA", tembok di pinggir jalan Ahmad Yani juga berjajar tulisan "AREMA"-CORET, Jackasu, dan entahlah apa yang lainnya saya sudah lupa. Dari yel yel merekapun tidak jarang ada umpatan-umpatan yang menghina atau mengumpat satu sama lainnya, contohnya saja pada yel-yel suporter kesebelasan AREMA, ada kata "Bonek Jan***", "Surabaya tidak exist" dan lain sebagainya. Belum lagi sebutan Surabaya tanah haram untuk Aremania dan sebaliknya Malang tanah haram untuk Bonek ManiaSikap Fanatik supporter dalam memberikan dukungan tim kesayangannya sangat bermanfaat bagi para pemain, jika diguanakn untuk mendukung pada saat melakukan pertandingan di lapangan. Dukungan mereka seolah-olah menjadi sumber energi positif yang memacu semangat untuk mendapatkan kemenangan dalam pertandingan. Namun bagaimana kalau sikap fanatik itu digunakan sangat berlebihan?yang terjadi seperti yang saya tulis di atas, di luar lapangan saling menghujat, bahkan kekalahan tim membuat para supporter tidak terima dan akhirnya membuat kerusuhan.
Itulah satu dari beberapa kondisi yang mewarnai sepak bola di tanah air Indonesia. Keadaan yang seperti ini memang dibilang lumrah oleh sebagian orang-orang kita, "dimana ada pertandingan, di situ ada kerusuhan". Sangat disayangkan, jika AREMANIA dan JACK MANIA, VIKING dengan BONEKMANIA bisa menjadi pasangan yang saling menganggap saudara, tentunya AREMANIA dan BONEKMANIA-pun bisa, lebih-lebih mereka dari daerah yang sama. Jika para Supporter TIMNAS dari berbagai daerah bisa bersatu karena sepak bola dan sering berkata "Cinta Indonesia" atau "Membela Garuda" kenapa di daerah mereka membuat suatu perpecahan bahkan pertikain juga karena sepak bolaSemoga Sepak Bola Indonesia semakin maju termasuk pola pikir para supportenya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar