About this

Belajar dari yang tidak aku tau menjadi tau

Sabtu, 15 Januari 2011

Miss "v"

Sebagai seorang wanita apakah kita sudah mengenal betul tentang daerah kewanitaan kita?berikut beberapa hal tentang miss "v" wanita 

1. Mampu membersihkan secara alami
 Lisa Stern, APRN, “Vagina dibatasi dengan berbagai kelenjar yang memproduksi cairan yang dibutuhkan untuk melubrikasi sekaligus membersihkan area vagina,". Untuk itu anda disarankan utuk tidak membersihkannya dengan sabun.
Produk-produk mandi, khususnya yang mengandung pewarna kimia atau pewangi, bisa mengiritasi vagina serta menghilangkan cairan lubrikasi dan flora (bakteri dan jamur) yang normal dan alami. Ketika senyawa yang menguntungkan ini lenyap, bakteri anaerobik dan jamur bisa berkembang biak, dan hal ini bisa menyebabkan gejala seperti gatal atau berbau. Sekadar membasuh area labia dengan sabun yang ringan sih, boleh saja, tetapi jangan sampai ada yang masuk ke dalam vagina.
2. Ukurannya membesar ketika dirangsang
Menurut Lissa Rankin, MD, ahli kebidanan dan kandungan dan penulis buku What's Up Down There? Questions You'd Only Ask Your Gynecologist If She Was Your Best Friend, “Panjang rata-rata vagina adalah 7 - 10 cm." Kelihatannya kecil ya, dan tidak mampu "menangkap" seluruh properti si dia.
Namun cara kerja vagina ternyata tidak seperti itu, panjang vagina akan meningkat dua kali lipat ketika dirangsang. Untuk kasus ukuran penis pasangan yaang sangat besar, ia menyarankan penggunaan cairan lubrikasi dan memulai dengan perlahan. "Ajak pasangan untuk bersenang-senang dengan foreplay. Semakin Anda merasa terangsang, semakin berkurang nyeri yang ditimbulkan saat intercourse."
3. Bisa keriput
Seperti juga wajah Anda, vagina pun bisa keriput seiring bertambahnya usia. Labia bisa menjadi tidak terlalu montok karena kadar estrogen menurun, lapisan lemak pada labia menyusut, sedangkan menipisnya kolagen bisa menyebabkan labia menggelambir, demikian menurut Dr Rankin.
4. Tampon tak mungkin tertinggal di dalam vagina Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang tampon yang masuk terlalu jauh, dan sulit dikeluarkan dari vagina. Ini ternyata cuma mitos. “Vagina itu diikat pada ujung bagian dalam leher rahim, dan oleh jaringan vagina sendiri," kata Stern. Dengan kata lain, vagina tidak terhubung ke area lain dari tubuh, jika hal itu terjadi
dokter kandungan bisa mengambilnya dengan mudah menggunakan spekulum dan tang," tukasnya.
5. Berejakulasi saat orgasme
“Ada kelenjar-kelenjar di sekitar saluran kemih yang kemungkinan mengeluarkan cairan, khususnya ketika dinding dalam vagina (atau G-spot Anda) distimulasi," kata Rankin.
Beverly Whipple, PhD, RN, peneliti seksualitas dan profesor di Rutgers College of Nursing, menggambarkan area ini sebagai prostat kaum perempuan. Bentuknya adalah kumpulan kelenjar, pembuluh darah, saraf, dan jaringan kenyal, yang ketika dirangsang tampaknya menghasilkan cairan pada beberapa perempuan.
6. Mengendur setelah melahirkan
Otot-otot vagina memang cenderung mengendur setelah melahirkan anak, latihan Kegel adalah cara terbaik untuk memperbaiki fungsi otot-otot vagina, yang meregang dan berubah setelah melahirkan.
7. Seperti bisep, harus sering dilatih
Dr Rankin membenarkan bahwa vagina akan lebih sehat jika Anda berhubungan seks secara rutin. Seks bisa menjaga jaringan vagina agar sensitif dan tetap sehat. Jika Anda terlalu lama tidak berhubungan seks, dinding vagina bisa menjadi rapuh. Ketika Anda memasuki masa menopause, dinding vagina bisa terluka dan menutup.

sumber : female.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar